Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tarik Ulur Tata Ulang Kanal Frekuensi 3G

Tarik Ulur Tata Ulang Kanal Frekuensi 3G


- detikInet

Jakarta - Rencana tata ulang alokasi kanal di frekuensi 3G tak berjalan mulus. Utamanya dikarenakan belum ada titik temu antara Kementerian Kominfo dan Telkomsel.

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring kembali meminta kepada Telkomsel agar pindah dari kanal 4 dan 5 yang ditempatinya saat ini, ke kanal 5 dan 6 agar operator lainnya bisa mendapatkan kanal yang bersebelahan (contiguous).

"Jika Telkomsel tidak mau pindah juga, maka kami tidak akan bisa menata ulang frekuensi ini untuk satu kanal tambahan 3rd carrier," ujarnya di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (15/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tifatul mengatakan, pihaknya masih terus membicarakan masalah ini dengan Telkomsel agar bisa ditemukan solusi yang menguntungkan semua pihak. "Pembicaraannya belum finish. Kami harap secepatnya," kata dia.

Di kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel, Herfini Harjono, juga mengakui belum ada titik temu dalam diskusinya dengan Kominfo.

Ia menjelaskan, alasan Telkomsel tak mau pindah dari kanal 4 karena kanal tersebut telah digunakan sebagai 2nd carrier yang melayani 25 juta hingga 30 juta pelanggan akses data, khususnya di area padat penduduk seperti Jakarta.

"Jika dipindah itu berarti harus dimatikan. Padahal pelanggan kita yang di Jakarta sudah di situ semua," jelas Herfini.

Menurutnya, 2nd carrier yang ditempatinya sudah sangat penuh dan riskan. Terlebih, ia mencatat bisa terjadi lonjakan pengguna dari 25-30 juta menjadi 60 juta. Data itu terlihat dari penggunaan ponsel 3G.

"Dari total pelanggan kami yang lebih dari 100 juta, 55% di antaranya menggunakan handset yang bisa 3G. Ya bisa dibilang, ada 60 juta ponsel yang ready 3G," ujarnya.

Oleh karena itu, Herfini berharap Kominfo mau melihat kondisi dan kendala yang dialami Telkomsel jika memaksakan perpindahan kanal 3G tersebut.

"Ya semoga saja bisa ketemu jalan agar semuanya happy. Masalah ini memang jadi perhatian utama kami. Sebab, dari investasi capex Rp 10 triliun tahun ini, 60% kami alokasikan untuk radio network, serta Rp 2-3 triliun untuk broadband," tandas Herfini.

(rou/ash)




Hide Ads