Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kikis Kesenjangan Digital, Kominfo Sebar Mobil

Kikis Kesenjangan Digital, Kominfo Sebar Mobil


- detikInet

Jakarta - Demi mengikis kesenjangan digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebar mobil. Tentunya, bukan sembarang mobil, ini adalah Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK).

"Digital divide masih tinggi di Indonesia. Saat ini pemerintah berupaya untuk mengikis kesenjangan tersebut," ungkap Menkominfo Tifatul Sembiring saat meresmikan penyerahan 6 unit MPLIK kepada 6 provinsi di halaman Gedung Sate, Senin (8/8/2011).

Tifatul menambahkan, kesenjangan digital sudah semestinya dikikis. Berdasarkan hasil kajian dan riset dari Wolrd Bank di tahun 2009, jika suatu negara melakukan investasi broadband sebesar 10 persen akan menambah pendapatan domestik bruto sebesar 1,9 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Digital divide, infrastruktur, SDM TIK masih banyak yang belum tumbuh merata. Padahal di Indonesia, hal-hal tadi bukan hanya masih sebatas riset atau survey, tapi sudah terbukti. Kita lihat saja rilis Badan Pusat Statistik di kuartal keempat 2010, share terbesar dari sektor telekomunikasi dan transportasi," paparnya.

Oleh sebab itu, dalam upayanya mengikis kesenjangan tersebut, Kominfo meluncurkan MPLIK. Dalam program ini ada sekitar 1907 unit MPLIK yang akan disebar di seluruh kecamatan.

"Kita tuntaskan internet masuk kecamatan untuk menutup kesenjangan. Selama ini harus diakui terjadi gap antara siswa di pedesaan dan perkotaan. Kalau sudah ada MPLIK ini, siswa di daerah diharapkan akan punya pemahaman sama dengan siswa kota," kata Tifatul.

Enam Provider Mobil

Dalam kesempatan tesebut, Tifatul menyerahkan 6 MPLIK kepada enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.

Fasilitas yang dibiayai oleh pemerintah ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan yang masih belum tersentuh akses internet.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan di tempat yang sama berharap bahwa MPLIK ini bisa meningkatkan perekonomian rakyat setempat. Karena dengan adanya internet, masyarakat yang ada di pedesaan bisa mengakses informasi dengan cepat.

"Sekarang misalnya ada daerah penghasil komoditi tertentu, masyarakatnya bisa mengetahui berapa sih harga jual komoditi tersebut di pasaran. Sehingga mereka bisa mengatur strategi bisnisnya sendiri. Dengan demikian perekonomian daerah tersebut juga tumbuh," katanya penuh harap.

Ada enam provider yang memenangkan tender untuk MPLIK. Keenamnya adalah Lintas Arta, Telkom, Win, Multidata, Jogja Digital, dan radnet. Telkom sebagai salah satu operator menyediakan 600 unit MPLIK yang akan disebar di 6 wilayah.

Direktur Enterprise & Wholesale Telkom, Arief Yahya mengungkapkan untuk proyek tersebut pihaknya dikontrak selama 4 tahun oleh pemerintah untuk menyediakan MPLIK.

"Satu unit ini nggak sampai Rp 1 miliar biayanya," katanya.

MPLIK pada dasarnya adalah mobil yang dilengkapi dengan 6 unit laptop, 1 unit printer-photoscanner, modem Vsat 256 kbps, lcd tv, dvd player, soundsystem, UPS, dan genset.



(afz/wsh)





Hide Ads
LIVE