XL Axiata misalnya, operator yang baru saja membukukan laba bersih Rp 1,6 triliun sepanjangan semester I 2011 ini juga tidak mau melewatkan momentum bulan puasa begitu saja. Melalui program XL Ampuh Murahnya 24 Jam, XL mencoba mendulang uang.
Sejatinya, program yang baru diluncurkan awal bulan ini adalah program promosi telepon gratis 200 menit ke sesama XL dan gratis 500 SMS ke semua operator selama 24 jam. Tarif yang diklaim murah tersebut akan didapatkan pelanggan setelah menggunakan voice dan SMS pada jumlah tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus diakui memang tingkat konsumsi masyarakat saat Ramadan meningkat. Termasuk juga konsumsi untuk telekomunikasi. Biasanya pelanggan aktif menggunakan ponselnya untuk SMS, menelpon ataupun akses data selama puasa," katanya.
Lebih lanjut Nurul menjelaskan, meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat akan mendorong peningkatan revenue. Dirinya pun optimistis program XL Ampuh Murahnya 24 Jam ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Selalu lebih baik itu prinsip kita. Kalau dulu gratis atau murahnya di jam-jam tertentu, sekarang di 24 jam. Ketenangan batin, ini yang kita berikan kepada pelanggan. Mereka tidak perlu pusing menghitung tarif, karena kita kasih gratis. Dan program ini tidak dibatasi oleh waktu. Pelanggan dapat menikmati murahnya tarif XL selama 24 jam, sepanjang hari," paparnya.
Optimisme Nurul bukan hanya dari sisi tawaran programnya. Dari sisi jaringan, berdasarkan catatan detikINET, setiap bulan Ramadan selalu terjadi kenaikan yang signifikan. Di awal Ramadan tahun ini misalnya, jaringan XL melayani 790 juta SMS, atau naik 25 persen dibandingkan trafik di hari biasa yang mencapai 630 juta SMS.
Sementara trafik percakapan menyentuh angka 575 juta menit atau naik 8,5 persen. Sedangkan layanan data mencapai 36,5 terabyte atau naik 11 persen dibandingkan hari biasa.
Di kesempatan yang berbeda, Swandi Tjia, General Manager Sales XL Central Region, memprediksi trafik saat mudik lebaran tahun ini meningkat sekitar 30-35 persen.
"Tahun ini diperkirakan akan mengalami lonjakan antara 30-35 persen. Ini berkaca pada pengalaman tahun lalu, dimana rata-rata voice mencapai 550 juta menit, 5.000 SMS per menit atau 400 jutaan per hari, sedangkan data mencapai 8 terabyte," katanya.
Tidak Melulu Cari Untung
Walaupun mencoba untuk transparan terhadap nilai keuntungan yang bakal diraup oleh para operator, namun Nurul menampik bahwa pihaknya tidak hanya mencari keuntungan semata dari momentum Ramadan dan lebaran. Peningkatan kualitas layanan dan jaringan juga terus digenjot.
Secara nasional, XL akan menambah 100 BTS baru dan menyiapkan 18 mobile BTS di sepanjang jalur Jawa Tengah dan Jawa Timur. Presentase drop call juga ditargetkan hanya 1,5 persen. Angka ini masih jauh dari ambang batas yang ditargetkan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yakni sebesar 5 persen.
"Pelayanan dan kualitas tentu menjadi prioritas kami. Jauh hari kita sudah persiapkan jaringan kita. Dan kita juga terus memantau tempat-tempat yang berpotensi terjadi lonjakan. Pokoknya kita selalu lebih baik," pungkasnya.
(afz/ash)