Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Garap Pasar Multinasional, AT&T Nyaris Tanpa Pesaing

Garap Pasar Multinasional, AT&T Nyaris Tanpa Pesaing


- detikInet

Jakarta - AT&T menjadi satu-satunya perusahaan asing yang mendapatkan lisensi untuk menyelenggarakan sistem komunikasi data (Siskomdat) secara langsung di Indonesia. Dengan reputasi globalnya, perusahaan asal AS itu mengaku hampir tak memiliki pesaing dalam merebut pasar multinasional.

"Cuma kami satu-satunya perusahaan asing di Indonesia yang memiliki izin resmi penyelenggaraan Siskomdat saat ini," kata Stuart Rivers, Director of Global Operations AT&T Asia Pacific di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2011).

Menurut Stuart, AT&T telah melayani sekitar 90 perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia sejak 1999 lalu melalui kerja samanya dengan dua mitra operator lokal, Telkom dan Indosat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan multinasional tersebut bergerak di industri perbankan, farmasi, manufaktur, logistik, energi, dan petrokimia. Perusahaan ini kami dapatkan dari induk mereka di luar sana," paparnya lebih lanjut.

Menurut Stuart, dengan diperolehnya lisensi Siskomdat, target pasar AT&T di Indonesia secara spesifik tetap tidak berubah. AT&T tetap akan menyasar perusahaan-perusahaan multinasional yang berekspansi ke Indonesia.

"Reputasi AT&T sebagai operator global mempermudah kami meraih pelanggan internasional," ucapnya.

AT&T melalui PT AT&T Global Network Services Indonesia, telah mendapatkan izin Siskomdat dari Kementerian Kominfo sejak 27 Mei 2011 lalu. Agar bisa berdiri di Indonesia, AT&T juga menggandeng PT Pradipta Danavaska selaku mitra lokalnya.

Dengan terbitnya lisensi tersebut, AT&T akhirnya bisa menyediakan sendiri layanan komunikasi data menyeluruh seperti Internet Protocol Virtual Private Network (IP VPN), Managed LAN, layanan aplikasi, layanan keamanan data, dan AT&T Connect.

Selain itu, masih dengan lisensinya, AT&T juga dapat melakukan negosiasi langsung dengan perusahaan kliennya di Indonesia -- meski AT&T tetap menyewa infrastruktur lokal seperti serat optik dan satelit kepada Telkom dan Indosat.

"Untuk lokal kami tetap menggunakan infrastruktur mitra kami. Sementara, jaringan kami baru digunakan saat sambungan ke link internasional. Kami memiliki jaringan di 140 negara dengan sambungan jaringan fiber optik sepanjang 800 ribu mil. Ini menguntungkan bagi klien kami karena mereka dapat layanan menyeluruh dengan satu kontrak saja," klaim Stuart.

Masih menurut dia, alasan AT&T untuk terjun langsung karen melihat peluang dari bisnis komunikasi data seiring pertumbuhan perekonomian di Indonesia yang diestimasi mencapai 6,4% di 2011 ini. Iklim investasi di Indonesia yang cukup kondusif, menurutnya, turut mendorong masuknya perusahaan-perusahaan asing ke Indonesia.

"Lembaga riset Gartner juga mengestimasi bisnis data berbasis IP VPN akan tumbuh 20% pada 2011-2015. Itu yang kami harapkan dalam lima tahun ke depan dalam kiprah bisnis kami di Indonesia," ungkap Stuart.
Β 
AT&T tak mau menyebutkan target pendapatan dan jumlah pelanggan yang akan dibidik di Indonesia. Namun Stuart mengatakan, kontribusi Indonesia cukup besar untuk meningkatkan pendapatan konsolidasi AT&T yang naik 1,38% menjadi US$ 124,2 miliar dari US$ 122,5 miliar.

"Bisnis data sendiri berkontribusi 22% terhadap pendapatan perusahaan. Laba bersih perusahaan juga ikut naik menjadi US$ 20,1 miliar dari US$ 12,4 miliar di 2009," pungkasnya.


(rou/fyk)





Hide Ads