"Kami menjamin data pelanggan tidak akan bocor atau bisa disadap di luar yang dilakukan oleh pihak berwenang di Indonesia walaupun kami menggunakan perangkat dari Amdocs," tegas Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, dalam RDP di Komisi I DPR, Jakarta, Kamis (23/6/2011).
Telkomsel telah memilih Amdocs untuk perangkat penagihan dengan sistem Operating System Software, Billing Software System (OSS/BSS) dengan nilai proyek senilai Rp 1,2 triliun pada akhir Februari 2011 dan Customer Relationship Management (CRM) dengan nilai Rp 1,8 triliun, Mei lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amdocs Inc hanya berperan sebagai principal operating subsidiaries atau anak perusahaan operasional Amdocs Ltd di Israel.
Menurut Sarwoto, masuknya industri telekomunikasi ke era broadband menjadikan masalah kapasitas, cakupan dan sistem pendukung infrastruktur seperti, solusi billing pelanggan, CRM, storage, dan solusi lainnya menjadi faktor penting untuk menang dalam berkompetisi.
Β
Sistem itu diyakini mampu menurunkan biaya dan menjaga efisiensi operasional, serta mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan mengingat permintaan konsumen kian dinamis.
Β
"Kami bisa pastikan OSS,BSS dan CRM tidak berkaitan langsung dengan penyadapan atau bocornya data pelanggan karena semuanya dikontrol oleh Telkomsel. Untuk penyadapan itu adanya di signaling dan jaringan," tegasnya.
Sarwoto menambahkan, masalah CRM lebih berkaitan dengan contact center, provisioning, ordering, dan manajemen penomoran.
"Telkomsel memilih Amdocs karena perusahaan ini berkompeten dan proses peningkatan sistem handling pelanggan ini telah dimulai sejak dua tahun lalu. Nah, setelah kami memaparkan teknisnya ke Komisi I DPR, rasanya permasalahan ini sudah clear," tegasnya.
(rou/ash)