Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
StarOne Masih Terpuruk

StarOne Masih Terpuruk


- detikInet

Jakarta - Usaha Indosat untuk kembali mengorbitkan StarOne ke ranah persaingan layanan Fixed Wireless Access (FWA) sepertinya belum membuahkan hasil. Hingga triwulan pertama tahun 2011, jumlah pelanggan StarOne semakin tergerus.

Dalam paparan publik tahunan Indosat dilaporkan bahwa jumlah pelanggan StarOne saat ini berada di angka 424,8 ribu. Jumlah tersebut turun drastis hingga 38,1% jika dibandingkan secara year on year.

Sementara average revenue per user (ARPU) gabungan StarOne berada di angka Rp 22,8 ribu atau naik 19,7%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

StarOne sebelumnya sempat digoyang isu bakal dilepas ke perusahaan lain. Namun rumor tersebut langsung dibantah Indosat, bahkan anak perusahaan Qatar Telecom itu coba mengangkat kembali pamor StarOne lewat program 'Ngorbit Selangit' pertengahan Februari lalu.

Program repackaging ini menawarkan gimmick 'gratis' telepon dan 'gratis' SMS ke sesama StarOne dan ke pelanggan seluler Indosat IM3, Mentari dan Matrix, baik untuk lokal maupun sambungan jarak jauh (SLJJ) ke seluruh Indonesia.

Dibilang gratis sebenarnya tidak juga. Sebab, untuk menikmati program 'gratis' telepon dan SMS tersebut, pelanggan StarOne harus lebih dulu mendaftarkan paket langganan, yaitu paket Ngorbit Bulanan Rp 25.000 per bulan, Ngorbit Mingguan Rp 7.500 per minggu, Ngorbit Harian Rp 1.500 per hari, dan Ngorbit SMS Rp 1.500 per minggu.

"Kami berharap, dengan diluncurkannya program StarOne Ngorbit Selangit, pelanggan akan semakin mudah berkomunikasi dan mendapat berbagai manfaat yang menguntungkan," kata Insan Prakarsa, Group Head Segment Management Indosat, ketika peluncuran acara tersebut.

Sejak beberapa tahun belakangan, pelanggan StarOne memang hampir tak beranjak dari kisaran 600-700 ribu pelanggan. Namun kini, performa bisnis layanan produk FWA Indosat itu semakin kurang bertaji. Di pasar FWA, StarOne masih kalah bersaing dengan Flexi milik Telkom (16 juta pelanggan) dan Esia dari Bakrie Telecom (10 juta pelanggan).

Tak pelak, stagnannya StarOne menimbulkan spekulasi bahwa unit bisnis FWA ini akan dilepas Indosat karena dinilai membebani perusahaan. Presiden Direktur dan CEO Indosat, Harry Sasongko, tak memungkiri kabar itu. Namun, ia berkilah, semua kemungkinan masih dipertimbangkan.

"Belum ada rencana spin-off. Kami masih mencari formulasi terbaik untuk StarOne," tukas Harry, kala itu.

Dalam paparan publik tahunan Indosat juga disebutkan pencapaian bisnis seluler perusahaan yang saat ini sudah menggapai angka 45,7 juta pelanggan, naik 21,2% year on year dan mencatat ARPU gabungan Rp 28,8 ribu.

Sementara dari sisi pendapatan usaha konsolidasi pada triwulan pertama 2011 ini, Indosat membukukan Rp 4,877 triliun. Dimana bisnis seluler menyumbang senilai Rp 3,964 trilun dan laba bersih perusahaan mencapai Rp 453,9 miliar atau naik 63,3%.

Β 

(ash/fyk)





Hide Ads