Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Axis Rampungkan Transaksi Pembiayaan USD 1,2 Miliar

Axis Rampungkan Transaksi Pembiayaan USD 1,2 Miliar


- detikInet

Jakarta - Operator Axis, anak perusahaan dari Saudi Telecom Company di Indonesia, baru saja menandatangani perjanjian pembiayaan senilai USD 1,2 milyar dengan jangka waktu 7,5 tahun dengan institusi keuangan lokal dan internasional.
Β 
Perjanjian ini mencakup tiga fasilitas: senilai USD 450 juta dalam bentuk perjanjian perdagangan Murabaha, melalui Deutsche Bank dan HSBC serta proses underwriting oleh Deutsche Bank dan Saudi British Bank (SABB); senilai USD 400 juta dalam bentuk pembelian perangkat dari Huawei, proses underwriting dilakukan China Development Bank.

Dan terakhir senilai USD 350 juta dalam bentuk pembelian perangkat dari Ericsson, melalui HSBC dan didukung oleh EKN, Agensi Kredit Ekspor dari Swedia. Semua bentuk pembiayaan ini diatur dalam struktur pembiayaan Syariah.

Pembiayaan ini diharapkan dapat membantu pendanaan ekspansi dan pengembangan strategis Axis untuk lima tahun ke depan, terutama ekspansi dalam mobile broadband serta meningkatkan cakupan layanan secara nasional yang nantinya diharapkan bakal memberi pendapatan financial yang lebih besar bagi grup perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, sektor telekomunikasi Indonesia telah terbukti memperlihatkan pertumbuhan yang baik dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan pertumbuhan tingkat penetrasi telepon seluler dan internet, yang dianggap telah memberikan dampak positif bagi Axis, di mana perusahaan telah melampaui 11 juta jumlah pelanggan serta layanan yang tersedia di lebih dari 400 kota di seluruh Indonesia.

Ameen Al Shiddi, Chief Financial Officer Saudi Telecom Company mengatakan, perjanjian ini adalah salah satu perjanjian pembiayaan dengan struktur Islam terbesar di Asia dan salah satu perjanjian pembiayaan internasional yang terbesar di Asia Timur.

"Besarnya perjanjian pembiayaan ini menunjukkan keyakinan pasar keuangan pada kemampuan Axis dalam mencapai tujuan usahanya. Keikutsertaan berbagai institusi keuangan dan para vendor secara jelas menunjukkan kemitraan yang kuat dan berjangka panjang yang terjalin antara organisasi-organisasi tersebut dengan STC," imbuhnya.

Indonesia sendiri dinilai telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat dengan rata-rata pertumbuhan Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) sebesar 5% per tahun mulai 2000 hingga 2010. Sejalan dengan kinerja perkembangan ekonomi nasional dan stabilitas politik, agensi pemeringkatan internasional Standard & Poor's baru-baru ini menaikkan peringkat Indonesia dari BB ke BB+ dengan pandangan positif.

Ekonomi Indonesia meningkat sebesar 6,5% di kuartal pertama tahun 2011 dibandingkan tahun lalu, dan berdasarkan perkiraan Bank Indonesia, investasi asing secara langsung diharapkan meningkat tajam hingga 42% tahun ini. Pemerintah juga telah memfasilitasi pertumbuhan di sektor-sektor utama dengan meningkatkan investasi asing.

"Industri telekomunikasi Indonesia tumbuh dengan cepat dan sangat dinamis dengan penggunaan mobile broadband yang terus meningkat. 50% dari populasi di Indonesia merupakan usia di bawah 30 tahun, dan semua menggunakan aplikasi jejaring sosial di ponsel mereka," imbuh Erik Aas, Chief Executive Officer Axis.

Ditambahkan Erik, dengan pendanaan ini, Axis siap berekspansi ke mobile broadband dan meningkatkan jangkauan nasionalnya. Pembiayaan ini akan secara penuh mendukung rencana ekspansi kami di beberapa tahun ke depan, dan kami telah mempersiapkan diri untuk terus meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan kami.

Pertama kali meluncurkan layanan pada April 2008, Axis menyediakan layanan 2G, 3G, dan BlackBerry secara nasional dan internasional. Hanya dalam waktu tiga tahun beroperasi, operator yang identik dengan tagline 'baik ya?' itu telah menjangkau 80% populasi.

Β 


(ash/fyk)







Hide Ads
LIVE