Rendahnya penetrasi pay TV di Indonesia, yang baru mencapai 3% atau maksimal 1,5 juta pelanggan membuat Telkom menyiapkan sebuah terobosan baru dalam layanan mereka. Salah satu di antaranya adalah IPTV yang akan diselenggarakan lewat TelkomVision.
Meski baru akan diluncurkan secara komersial Juni 2011 mendatang, namun TelkomVision sudah berani menargetkan 1 juta pelanggan IPTV dalam kurun waktu empat tahun atau 2015 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai tahun 2015, TelkomVision memperinci 1 juta pelanggan IPTV dengan dimulai dari tahun 2011 yang menargetkan 17 ribu pelanggan. Kemudian 2012 dengan 200 ribu pelanggan, 2013 sebanyak 500 ribu pelanggan, 2014 menjadi 750 ribu pelanggan, hingga pada 2015 nanti menembus 1 juta pelanggan.
"Sejak Februari lalu kami sudah melakukan ujicoba bersama 300 pelanggan Speedy dan komunitas beserta publik figur. Hasilnya sebagian besar dari mereka puas, terlebih fitur di IPTV seperti TV on Demand (TVoD) dan Video on Demand (VoD). Giring Nidji, misalnya, dia suka sekali dengan TVoD karena bisa menonton OVJ (Opera van Java) di pagi hari. Bagi dia, dengan adanya TVoD dan VoD, serasa punya lima lemari DVD," paparnya..
Fitur TVoD dan VoD merupakan salah satu unggalan yang ditawarkan oleh IPTV, dimana melalui TVoD pengguna bisa melihat program TV yang sudah tayang sebelumnya dengan flashback sampai dua hari ke belakang. Sedangkan VoD sendiri memungkinkan pengguna menyewa film-film eksklusif dengan tambahan biaya per film.
Sedikit penjelasan, IPTV milik Telkomvision merupakan TV berbasis kabel yang langsung berhubung ke rumah pelanggan. Sehingga pengguna yang sudah terhubung dengan kabel telepon dan internet Speedy, bisa langsung memasang IPTV dengan pergantian modem.
"Untuk IPTV ini dibutuhkan dana Rp 50 Milliar hingga Rp 100 miliar. Kebanyakan itu dipakai untuk membangun infrastruktur," kata Aris.
(rou/rou)