"Kita menilainya positif karena mereka berusaha untuk memenuhi apa yang kami minta," tukas Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo kepada detikINET, Senin (17/1/2011).
Pun demikian, lanjutnya, bukan berarti Kominfo sudah sangat puas atas janji-janji yang dilontarkan produsen BlackBerry tersebut. Sebab, Kominfo masih harus mengkajinya lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, rombongan RIM yang terdiri dari Gregory Wade, Managing Director RIM Asia Tenggara, Jason Saunderson selaku Manager Government Relation RIM Asia Pasifik, serta Andy Cobham yang baru saja menjabat sebagai Presiden Direktur PT RIM Indonesia datang ke kantor Ditjen Postel di Gedung Sapta Pesona sekitar pukul 9.00 WIB.
Mereka diterima oleh tiga pejabat eselon 1 Kominfo, yakni Dirjen Aplikasi Telematika Ashwin Sasongko, Dirjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika M Budi Setiawan serta Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Syukri Batubara.
Dalam penjelasannya, Gregory Wade mengatakan, RIM ingin comply dengan permintaan yang diajukan pemerintah Indonesia terkait filterisasi konten porno di layanan BlackBerry. Namun vendor asal Kanada itu membutuhkan waktu 100 jam untuk memenuhi permintaan tersebut.
RIM pun langsung mengadakan rapat dengan 6 operator yang menjadi mitra resmi mereka di Indonesia untuk membicarakan urusan teknis dari rencana sensor tersebut.
"Bagaimana sikap pemerintah selengkapnya tunggu saja dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI nanti pukul 14.00 WIB," tandas Gatot.
(ash/rns)