Jawaban yang ditunggu pemerintah tersebut salah satunya terkait apakah RIM bersedia untuk mengikuti aturan di Indonesia dengan melakukan sensor konten pornografi di akses internet BlackBerry.
Jika RIM mau mengikuti, dapat dipastikan bahwa aktivitas browsing di BlackBerry tak jadi diblokir. Sementara jika vendor asal Kanada itu menolak, maka siap-siap saja pengguna BlackBerry tak bisa berinternet ria di browser BlackBerry seperti biasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditemui detikINET dalam ajang BlackBerry Developer Conference Asia 2011 beberapa hari lalu di Bali, Managing Director RIM Asia Tenggara mengaku, pihaknya bakal mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia termasuk soal sensor internet.
"Kami akan bekerja sama dengan partner di Indonesia untuk memberikan solusi yang nyaman," tukas Greg kala itu.
Meski sudah memberi sinyal bakal patuh, pernyataan RIM terkesan masih mengambang. Mereka masih tidak berani berkata tegas, apakah bakal melakukan sensor di layanan BlackBerry atau tidak? Semoga saja pertemuan RIM dengan Kominfo pada hari ini pun tidak berkahir mengambang.
Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo menjelaskan, pertemuan kedua belah pihak sendiri dilakukan secara tertutup di kantor Ditjen Postel, Gedung Sapta Pesona, Jl. Merdeka Barat Jakarta Pusat.
Pihak RIM bakal diwakili oleh petinggi mereka yang langsung didatangkan dari Kanada, sedangkan pihak Kominfo akan diperkuat dengan beberapa pejabat eselon 1 (Dirjen).
"Selanjutnya pada pukul 14.00 Menkominfo dan jajarannya akan rapat dengan Komisi I di Gedung DPR," pungkas Gatot.
(ash/rns)