Direktur Utama Telkomsel Sarwono Atmosutarno tentu tak mau kegagalan tahun lalu terulang kembali. Dari 100 juta pelanggan yang ditargetkan, cuma 95 juta yang berhasil tercapai, meleset 5 juta pelanggan. Sudah begitu, revenue cuma tumbuh 5%.
"Tahun lalu suffer karena saturasi. Pasar sudah jenuh," demikian alasan Sarwoto, saat ditemui di sela kerja sama cloud computing antara Telkomsel dan Google di Hotel JW Marriot, Jakarta, Jumat (14/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini capex yang dialokasikan untuk kami Rp 10 triliun. Kami juga masih punya dana tambahan dari sisa capex sebelumnya. Tahun lalu tidak semua capex terserap, ada sisa Rp 2 triliun dari total Rp 13 triliun," tandas Sarwoto.
Saat ini layanan seluler Telkomsel didukung jaringan mobile broadband yang tersebar di 37.000 titik Base Transceiver Station (BTS), termasuk 7.700 Node B (BTS 3G). Belum diungkap berapa penambahan kapasitasnya tahun ini.
(rou/wsh)