Dijelaskan Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, BlackBerry berbeda dengan ponsel lain pada umumnya. Sebab, hanya BlackBerry yang menggunakan skema bisnis internet menggunakan jalur sendiri untuk koneksi internasionalnya.
Sementara ponsel lain -- seperti iPhone, Nokia, Samsung, dan teman-temannya itu -- mengandalkan jaringan yang disediakan operator ketika berinternet ria. Nah, operator sendiri, dikatakan Gatot, telah menerapkan sensor terhadap jalur internetnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah yang kadang terjadi miskomunikasi di masyarakat sehingga terjadi kepanikan luar biasa," lanjutnya kepada detikINET, Senin (10/1/2011).
Kominfo sendiri telah mengultimatum Research In Motion selaku produsen BlackBerry untuk segera melakukan sensor terhadap akses internetnya. Jika permintaan tersebut tak digubris, maka tinggal menunggu waktu bagi fasilitas browsing di BlackBerry untuk ditutup.
Adapun fasilitas BlackBerry lainnya, seperti BlackBerry Messenger dan email dipastikan tetap berjalan seperti biasa, jika kemungkinan terburuk tersebut benar-benar terjadi.
Tunggu saja bagaimana keputusan RIM pada 17 Januari 2011 mendatang ketika pertemuan terakhir antara RIM dengan pemerintah dilakukan. Apakah vendor asal Kanada itu mau comply dengan aturan di Indonesia atau tidak?
"Yang pasti, masyarakat jangan terlalu panik, pemerintah pasti akan memberi solusi sekaligus telah mempertimbangkan dan memilih jalan yang terbaik untuk hal ini," Gatot menandaskan.
(ash/fyk)