Biaya interkoneksi adalah biaya yang harus dibayar oleh suatu operator kepada operator lain yang menjadi tujuan panggilan. Tarif interkoneksi merupakan salah satu komponen yang vital dalam penghitungan biaya sambungan jika kita menelpon lintas operator. Selain interkoneksi, pengguna juga dibebankan biaya lain untuk tarif retail semisal untuk biaya aktivitas bisnis operator dan margin keuntungan.
Menurut Kepala Humas dan Pusat Informasi Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, akhir-akhir ini kecenderungan tarif panggilan antar operator masih tinggi jika dibandingkan dengan tarif panggilan sesama operator. Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan adanya perhitungan kembali interkoneksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, pola tidak berbayar pada SMS antar operator tetap dipertahankan sambil menunggu dilakukan kajian yang intensif tentang implementasi pola berbayar pada SMS.
Berikut beberapa biaya interkoneksi yang akan mulai diimplementasikan Januari 2011:
Β
Jaringan SelulerΒ Β Β
1. Originating interconnected voice - Local ( to fixed/FWA) Rp 251 (per menit)
2. Originating interconnected voice - Local ( to Mobile) Rp 251
3. Originating interconnected voiceΒ - Local ( to satellite) Rp 251
4. Originating interconnected voice - Long distance (to fixed/FWA) Rp 357
5. Originating interconnected voice - Long distance ( to mobile) Rp 461
6. Originating interconnected voice - International ( to international) Rp 453
7. Originating interconnected SMS (to OLO) Sender Keep All
Jaringan PSTN
1. Originating interconnected - Local (to OLO fixed-WL) Rp 73 (per menit)
2. Originating interconnected - Local ( to OLO FWA) Rp 135
3. Originating interconnected - Local ( to OLO mobile) Rp 202
Jaringan FWA
1. Originating interconnected - Local (to OLO fixed-WL) Rp 73 (per menit)
2. Originating interconnected - Local ( to OLO FWA) Rp 211
3. Originating interconnected - Local (to OLO mobile) Rp 209
Jaringan Satelit
1. Originating satelite to OLO Fixed -
2. Originating satelite to OLO Mobile Rp 3,083 (per menit)
3. Originating satelite to OLO Internasional Rp 3,083
Untuk lebih lengkapnya silakan lihat di sini.
Gatot mengatakan, biaya interkoneksi yang turun pada kisaran rata-rata 6 persen menunjukkan bahwa over price terjadi meskipun tidak signifikan akibat total trafik yang cenderung tidak berubah.
"Trafik suara dan SMS memang cenderung menurun namun dikompensasi dengan kenaikan trafik data, sehingga total trafik cenderung tak berubah," tukasnya.
Sementara subsidi tarif off-net kepada tarif on-net dapat dikatakan terjadi akibat tarif yang masih di bawah cost panggilan on-net. "Pola ini juga terjadi akibat dengan pola kompetisi dan skema investasi mendorong operator untuk menerapkan tarif berorientasi pendapatan per pelanggan bukan berdasarkan biaya," Gatot menambahkan.
Contoh indikasi adanya penurunan biaya interkoneksi adalah sebagai berikut: Misalnya untuk jaringan seluler terminasi interkoneksi voice β lokal (dari fixed) adalah sebesar Rp 251. sedangkan biaya untuk interkoneksi tahun 2008 adalah Rp 261. Sehingga terdapat penurunan sebesar 3,83%.
Demikian pula masih untuk jaringan seluler yaituΒ untuk terminasi interkoneksi voice β internasional (dari internasional) dimana semula interkoneksinyaΒ berdasarkan perhitungan yang diterapkan tahun 2008 adalah Rp 493,-, sedangkan untuk tahun 2011 adalah Rp 453.-, sehingga terjadi penurunan sebesar 9,04%. (ash/rns)