"Kami paling minim ingin menguasai 40% pangsa pasar LTE. Kami sudah menang di 2G dan 3G, sekarang kami juga ingin memenangkan LTE. Kami ingin jadi market leader," kata Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Mats Ottersredt, di sela peresmian uji coba LTE di Wisma Ericsson, Jakarta, Selasa (14/12/2010).
Ottersredt percaya targetnya bisa tercapai. Sebab, menurutnya, Ericsson sudah selangkah lebih maju dibanding para kompetitornya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tak melihat vendor China seperti Huawei dan ZTE sebagai ancaman. Masih banyak ruang untuk semuanya. Namun tetap saja kami yang terdepan," tukas Ottersredt.
Alasan lain yang membuat Ericsson tampil percaya diri, tak lain karena teknologinya sudah banyak digunakan oleh negara lain yang turut mengimplementasikan 4G LTE. Menurut Ottersredt, Ericsson sudah membangun LTE di Swedia, Norwegia, dan Amerika Serikat (AS).
"Di AS, kami bekerja sama dengan Sprint Nextel untuk LTE. Kami membangun 20 ribu base station untuk mereka. Jika di negara lain kami jadi nomor satu, begitu pula seharusnya dengan di Indonesia. Kami ingin jadi market leader," tandasnya.
(rou/ash)