βKami memang tengah melakukan proses tender untuk BWA di frekuensi 2,3 GHz. Hal ini untuk memenuhi kewajiban sebagai penyelenggara,β ujar Corporate Secretary IM2 Andri Aslan, saat dikonfirmasi detikINET, Jumat (12/11/2010).
Perusahaan yang ikut serta dalam tender IM2 ini terdiri dari tujuh penyedia perangkat lokal atau asing. βKami undang semuanya untuk mendapatkan penawaran dan bentuk ideal dari perangkat BWA yang digunakan," kata Andri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaitan dengan perusahaan yang belum memiliki sertifikat Type Approval (TA) atau tidak sesuai dengan standar BWA Nomadic yang diminta pemerintah seperti Alvaritech, Huawei atau ZTE, Andri mengaku tidak khawatir.
βIni kan tender jika ada yang menang dan harus sesuai dengan persyaratan yg ditetapkan pemerintah, karena IM2 wajib comply terhadap aturan atau ketentuan yg berlaku, tentu nantinya mereka harus mengurus administrasi ke pemerintah,β tandasnya.
Seperti diketahui, Huawei dan ZTE belum memiliki TA dan lebih memilih pengembangan BWA berbasis 16e. Sementara Alvaritech memiliki hubungan dengan perusahaan asal Israel, Alvarion, yang tidak memiliki hubungan dagang dengan Indonesia.
Alvaritech sendiri dalam mengurus Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) menggunakan perusahaan Jittech, sementara untuk TA memakai bendera Karya Lintas Sejahtera.
Sedangkan, TRG kabarnya telah memenangkan tender penyediaan perangkat BWA untuk lima zona di spektrum 2,3 GHz milik Telkom. Kelima zona tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Papua dan Maluku.
Β
(rou/rou)