Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Berca-First Media Molor Gelar Wimax

Berca-First Media Molor Gelar Wimax


- detikInet

Jakarta - Niatan Berca Global Access dan First Media untuk menggelar akses layanan data pita lebar Wimax di pita 2,3 GHz terancam molor dari jadwal rencana semula, Oktober 2010 ini. Ada apa gerangan?

Berca masih terhambat dalam menggelar Wimax WiGO karena Kementerian Kominfo lewat Ditjen Postel masih belum meluluskan permohonan Uji Laik Operasi (ULO) yang diajukan.

β€œSurat Berca sudah kami jawab dengan menolak permintaan untuk ULO. Kami terpaksa karena permintaannya tidak lengkap secara administrasi," ungkap Direktur Standarisasi dan Sertifikasi Ditjen Postel Azhar Hasyim di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, alasan penolakan ULO tersebut karena Berca tak melengkapi syarat administrasi berupa pencantuman sertifikasi perangkat yang akan digunakan. "Jika tidak ada sertifikasi, standar perangkat tidak bisa diketahui," jelasnya lebih lanjut.

Ketika dikonfirmasi, Deputy CEO Berca Global Access Duta Subagio Sarosa, menegaskan hal yang berbeda. "Tidak ada penolakan, tapi kita diminta untuk melengkapi persyaratan. Denda juga sudah settled sejak awal bulan ini," paparnya pada detikINET, Kamis (21/10/2010).

Saat diwawancara beberapa waktu lalu, Duta memang belum mau mengungkap perangkat apa yang digunakan Berca. Ia lebih suka membicarakan soal kesiapan back office di Berca ketimbang membahas soal perangkat jaringan.

"Radio teknologi bukan yang utama untuk dibahas karena teknologinya sudah mature. Lebih penting menyiapkan back office seperti data center, billing system, dan kontak layanan pelanggan," ujarnya kala itu.

Sebelumnya, Berca yang mengalokasikan capital expenditure US$ 500 juta, berencana merilis 4G Wimax pada Oktober ini di Medan, yang kemudian disusul Balikpapan pada November, dan Batam pada akhir tahunnya.

Berca mendapatkan lisensi untuk mengoperasikan layanan broadband wireless access (BWA) dengan lebar pita 30 MHz yang mencakup 8 zona layanan, di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian Selatan, Bali dan Nusa Tenggara.

"Ada beberapa persyaratan yang masih kita sempurnakan, dan saat ini kami sudah meminta Postel untuk mengizinkan kami untuk uji jaringan di Medan dan Balikpapan. Ada positifnya juga (penolakan ULO tersebut.-red), karena kita bisa melihat kesiapan jaringan kita," tandas Duta.

Penalti

Di kesempatan yang sama Azhar mengungkapkan, First Media yang telah melaksanakan ULO untuk brand Sitra Wimax, kemungkinan akan kena penalti karena komersialisasinya terus molor dari target semula.

β€œMereka punya kewajiban harus membangun dalam lisensi modernnya. Jika tidak
terpenuhi, tentu akan kena denda sebagai penaltinya,” ujarnya.

First Media merupakan pemenang lisensi BWA untuk area Jabodetabek dan Sumatera Bagian Utara. Bagian dari grup Lippo ini mengalokasikan investasi USD 350 juta untuk 10 tahun mengembangkan Wimax. Semula, Sitra berencana komersialisasi untuk kali pertamaΒ  di Jabodetabek pada Oktober ini.Β Β 

Merebak rumor bahwa molornya kedua calon operator Wimax ini, tak lain karena lebih memilih perangkat di luar standardisasi yang ditetapkan dalam tender BWA tahun lalu. First Media konon menggunakan perangkat dari Alvaritek, sementara Berca menggandeng ZTE. Namun kabar ini ditampik oleh kedua belah pihak yang bersangkutan.
(rou/rns)





Hide Ads