Hal itu dilakukan Tifatul ketika menyampaikan pidato pembukaan seminar 'Indonesia-China Business Opportunity in IT & Communication Industry Meeting', Rabu (22/9/2010) malam di Shanghai, China.
Dalam sambutannya, Tifatul mengatakan bahwa dalam pembangunan infrastruktur TIK, Indonesia masih membutuhkan investor dari luar untuk membantu penyelesaian proyek-proyek TIK yang masih menggantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih terus menuntaskan pembangunan proyek Palapa Ring, kabel ffiber optik bawah laut yang masih tersisa 20% lagi di wilayah Indonesia Timur," ujar Tifatul.
Selanjutnya umbar Menkominfo, jaringan infrastruktur TIK ini akan diteruskan sampai ke tingkat cyber city, bahkan last miles. "Kita ingin memperkecil kesenjangan digital, mengembangkan dunia penyiaran, telekomunikasi dan internet," tegasnya, dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta itu.
Selain mengelaborasi peluang bisnis bidang TIK antara Indonesia dan China, seminar ini juga sekaligus untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
(ash/ash)