Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pelanggan Turun, Indosat Salahkan SIM Card

Pelanggan Turun, Indosat Salahkan SIM Card


- detikInet

Jakarta - Jumlah pelanggan Indosat yang sempat naik turun secara drastis cukup memunculkan tanda tanya. Namun anak usaha Qatar Telecom itu berkilah, salah satu penyebabnya terkait pasokan SIM card mereka yang sempat tersendat.

Tanda tanya ini berawal ketika raihan pelanggan Indosat di kuartal keempat 2009 yang mencapai 4,4 juta pelanggan baru. Jumlah tersebut membuat posisi Indosat pada tutup tahun jadi memiliki 33,1 juta nomor.

Kemudian, selama kuartal I 2010, Indosat juga meraup lonjakan pelanggan yang terbilang luar biasa yakni meraih sekitar 6 juta pelanggan baru, sehingga berhasil mendapatkan 39,1 juta nomor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja, pada pertengahan Juli lalu, angka itu tiba-tiba direvisi menjadi 37,7 juta nomor. Alasannya, telah terjadi kesalahan pencatatan pada sistem mereka.

Sementara selama semester I 2010, posisi pelanggan Indosat diketahui mencapai 37,8 juta nomor. Dengan kata lain, mereka hanya mendapatkan 100 ribu pelanggan jika dibandingkan pencapaian kuartal I dan kuartal II 2010.

Nah, pencapaian minim 100 ribu pelanggan inilah yang kemudian cukup aneh bagi perusahaan sebesar Indosat. Kenapa bisa sekecil itu dan sangat jauh berbeda dengan kuartal-kuartal sebelumnya?

CEO Indosat Harry Sasongko berdalih, perusahaan yang dipimpinnya tersebut sempat mengalami kesulitan dalam pasokan SIM card. Jadi program promosi dan marketing yang mereka lakukan tidak bisa optimal.

Ujung-ujungnya bisa ditebak, penambahan jumlah pelanggan mereka pun dikatakan menjadi hanya sedikit dalam periode kuartal I dan II itu.

Sementara itu Fadzri Sentosa, Chief Whole Sales & Infrastructure Indosat menambahkan, pada periode tersebut, demand atau permintaan atas kartu Indosat dikatakan sangat tinggi. Sementara stok yang dimiliki perseroan tidak mencukupi.

"Demand di pasaran atas kartu Indosat lebih besar dari stok yang ada Jadi sulit untuk menambah pelanggan lebih banyak," tukasnya.

"Biasanya untuk program promosi, kita menyediakan jumlah kartu lima kali lipat lebih banyak dari biasanya," lanjut Fadzri.

3 Pilar Strategi

Macetnya jalur distribusi ini pun langsung menjadi salah satu perhatian Indosat untuk diperbaiki kinerjanya. Di samping juga meningkatkan strategi value berimbang serta inovasi produk dan pemasaran.

"Distribusi dari dealer, retailer, dan pelanggan akan kami tingkatkan menjadi lebih baik lagi," ujar Harry.

Sementara untuk strategi value berimbang yang dimaksud Harry adalah terkait tidak membuat jumlah pelanggan sebagai 'kiblat' utama. Namun lebih mencari keseimbangan antara kualitasΒ  pelayanan, jaringan, dan jumlah pelanggan.

Bahasa lainnya adalah, saat pendapatan naik, jumlah pelanggan dikurangi agar average revenue per user (ARPU) naik dan terlihat memiliki pelanggan produktif. Namun kala pendapatan turun, pelanggan tetap besar agar posisi nomor dua tetap aman dari kejaran pesaing terdekatnya, XL Axiata.

"Kami ingin pelanggan yang lebih berkualitas. Jadi tidak cuma mengejar jumlah. Ada kenaikan ARPU pada semester satu lalu, dan itu menandakan bahwa strategi kami sudah memberi perubahan," Harry menandaskan.
(rou/rou)




Hide Ads