"Jika dibandingkan dari kinerja, kami tetap nomor dua," tegas Harry, dalam jumpa pers yang berlangsung di Gedung Indosat, Jakarta, Jumat (26/8/2010).
"Jika ada klaim dari operator lain yang mengaku nomor dua, kita tidak tahu bagaimana mereka menghitungnya. Apa apple to apple atau tidak," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, laba bersih dari perseroan terjun bebas hingga 71,5 persen atau menjadi Rp 287 miliar. Harry berdalih, penurunan laba yang sangat drastis itu terjadi lantaran pergerakan nilai tukar mata uang asing.
Adapun untuk jumlah pelanggan, pada perhitungan terakhir di semester pertama 2010, Indosat memiliki 37,8 juta pelanggan. Jumlah ini sudah dipotong dengan penyusutan sebanyak 2,1 juta.
"Ini karena ada masalah dalam pencatatan system. Operator lain saja ada yang merevisi pelanggannya hingga 5 juta," kilah Harry.
Sementara ancaman terbesar Indosat untuk mempertahankan kursi nomor duanya berasal dari XL Axiata. Operator yang identik dengan warna biru ini tercatat memiliki 35,2 juta pelanggan hingga akhir Juni.
Β
(ash/rou)