Menurut Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), Dian Siswarini, langkah pemblokiran sejauh ini belum memberikan dampak negatif terhadap kinerja akses jaringan seluler.
"Karena yang dilakukan sekarang adalah pemblokiran, tidak banyak pengaruhnya terhadap keleletan. Kalau metoda yang diterapkan sudah pemfilteran, baru akan berakibat terhadap latency," jelas Dian kepada detikINET, Rabu (18/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pemblokiran sejatinya diperintahkan oleh Kementerian Kominfo, namun Tifatul menilai tanggung jawab jika terjadi kegagalan, semisal salah blokir atau jaringan menjadi lambat, ada di pundak operator dan ISP.
"Bukan saya yang memblokir, tapi provider. Jadi, kalau ada masalah dengan jaringan, lapor saja ke provider masing-masing. Biar mereka yang menyelesaikan permasalahannya," ujar menteri di sejumlah kesempatan.
Menurut Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno, perintah pemblokiran ini terlalu mendadak sehingga persiapannya pun alakadarnya. "Implementasinya mendadak, jadi kita hanya menggunakan solusi yang ada saja."
Agar pemblokiran tidak mengganggu kinerja jaringan, ATSI pun coba mencari solusi alternatif lain. "Kami evaluasi mana yang paling baik. Ada solusi tapi kalau memperlambat speed, kami juga tidak mau," tandas Sarwoto.
Β
(rou/ash)