"Opsi itu sangat memungkinkan. Saya rasa itu bagus agar pembangunan servernya bisa segera terlaksana," kata menteri usai jumpa pers di kantor Kementerian Kominfo, Selasa (10/8/2010).
"Dengan dibangunnya server lokal, banyak sekali manfaatnya bagi Indonesia. Di sisi lain RIM juga diuntungkan. Begitu pun pelanggan BlackBerry di Indonesia," lanjut Tifatul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa tarif BlackBerry bisa turun 10%-20% lagi jika mereka bangun server di sini. Lagipula, itu memang sudah kewajiban RIM memenuhi aspek legalitas dalam UU No. 11/2008. Semua penyelenggara telekomunikasi baik lokal maupun asing wajib membangun servernya di Indonesia," tandas Tifatul.
Operator yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) sempat melontarkan ide untuk membangun server lokal bersama RIM.
"Kami menyambut baik bila RIM mau membuka server di Indonesia. Sebab, itu bisa menurunkan beban RIM dan operator. Alangkah bagusnya jika mereka mau men-share cost dengan operator," pungkas Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum ATSI.
(rou/ash)