"Sudah ada beberapa nomor yang kita blokir. Karena setelah dilakukan investigasi, nomor-nomor tersebut terbukti melanggar ketentuan," kata Head of Corporate Communication Axis, Anita Avianty, kepada detikINET, Jumat (6/8/2010).
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sebelumnya mengatakan, banyaknya SMS spam (misalnya, SMS penawaran kredit tanpa agunan/KTA) yang belakangan sering memenuhi inbox ponsel pelanggan, akibat ulah operator yang gencar menawarkan SMS gratis lintas operator (off-net).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anita, program promosi SMS yang ditawarkan Axis hanya sekadar memberikan nilai tambah lebih kepada para pelanggannya. Ia menegaskan, Axis juga menghargai dan menghormati privasi pelanggan.
"Tapi, jika ada pelaporan atas perusakan, penyalahgunaan, atau perilaku merusak yang berhubungan dengan atau berasal dari setiap kartu Axis yang terdaftar, maka kami berhak melakukan penghentian layanan terhadap pelanggan tersebut secara permanen."
"Atau melaporkan kepada pihak yang berwenang jika diperlukan. Itu disclaimer (syarat dan ketentuan) yang kami sampaikan kepada pelanggan dalam promosi SMS Axis," tegas Anita yang mengklaim baru sedikit yang terbukti melanggar. "Baru sekitar sepuluh nomor yang kami blokir. Sedikit sekali."
Hingga kini, Axis yang telah beroperasi secara nasional sejak 2008 lalu, telah memiliki enam juta pelanggan. Menurut Anita, dalam sehari, seluruh pelanggannya jika ditotal mengirimkan hingga 65 juta SMS.
(rou/ash)