Sebagai langkah awal sekaligus untuk meredakan ketegangan, isteri mantan Presiden AS Bill Clinton itu dikabarkan bakal menemui otoritas Uni Emirat Arab untuk membahas masalah tersebut.
"Kami akan meluangkan waktu untuk berkonsultasi dan menganalisis jangkauan kepentingan dan isu-isu, karena kami tahu ada keprihatinan keamanan yang sah,"
tukas Hillary, sambil mengatakan bahwa kekhawatiran itu harus diseimbangkan dengan hak penggunaan akses secara bebas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Badan Regulasi Telekomunikasi UEA (TRA), kurangnya penyesuaian dari layanan BlackBerry akan regulasi setempat bisa mengancam yudisial, sosial dan keamanan nasional bangsa Arab.
Pada saat yang sama, Arab Saudi juga berencana melarang BlackBerry sementara Libanon akan membuat keputusan sesegera mungkin. Hillary sendiri enggan mengomentari rencana ini lebih jauh.
Hanya saja yang pasti, dikutip detikINET dari Electronista, Jumat (6/8/2010), pelarangan BlackBerry oleh UEA mulai berlaku pada 11 Oktober mendatang.
(feb/ash)