Demikian ditegaskan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring ketika menjawab pertanyaan sejumlah follower-nya di Twitter. "BlackBerry dan juga bank internasional harus membangun data center, ada konsekuensi hukumnya sesuai undang-undang," kata Tifatul.
Indonesia sendiri saat ini, menurut Tifatul ada sekitar 750 ribu pengguna BlackBerry. Tentu saja angka itu bukan jumlah yang sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, lalu lintas data yang melalui layanan BlackBerry dinilai misterius sehingga mengancam keamanan nasional di dua negara tersebut.
Pun demikian, melihat dua negara Timur Tengah di atas mengeluarkan ancaman pemblokiran. Bukan berarti pemerintah Indonesia latah dan melakukan ancaman serupa.
Tifatul sendiri menegaskan, tidak ada rencana pemblokiran layanan BlackBerry di Indonesia. Namun, RIM didesak untuk membangun data centernya di Tanah Air.
Pernyataan resmi dari Kementerian Kominfo, melalui Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto, yang dihubungi detikINET, Kamis (5/8/2010), juga telah menyatakan tak ada rencana blokir terhadap BlackBerry.
(ash/wsh)