Managing Director perusahaan pengembang aplikasi BlackBerry Better-B Kemal Arsyad mendukung penuh pernyataan ini. Menurutnya, perlu tidaknya Research In Motion (RIM) selaku pembesut BlackBerry memiliki server di Indonesia, harus dikaji lebih dalam lagi.
"Isunya apa dulu? Kalau terkait dengan masalah keamanan, pemerintah undang saja RIM untuk mendiskusikan masalah ini.," ujarnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun berbicara mengenai perlu tidaknya RIM membuat server di Indonesia, Kemal berpendapat hal itu kemungkinan agak berat. "Agak berat kalau soal itu. Setahu saya, India juga pernah meminta hal itu namun ditolak RIM. Tidak jelas alasan RIM, namun kemungkinan pertimbangannya jika satu negara minta, pasti negara lain akan ikutan," terang Kemal.
Dikatakan Kemal, saat ini layanan RIM ada di 175 negara. Maka ketika satu negara meminta didirikan server maka artinya RIM harus siap mendirikan untuk ke-175 negara itu.Β
(rns/wsh)