Menurut Direktur Commerce XL Joy Wahjudi, dana untuk mengembangkan dua area tersebut akan dialokasikan guna membangun tambahan 600 unit base transceiver station (BTS) baru hingga akhir 2011 nanti.
"Dana pengembangan kami ambil dari belanja modal 2010 dan sebagian 2011. Tahun ini kami memiliki belanja modal US$ 450-500 juta. Sedangkan tahun depan masih dikalkulasi," paparnya pada sejumlah wartawan di Menara Rajawali, Jakarta, Selasa (3/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, agar lebih fokus menggarap dua area tersebut, XL pun membentuk tambahan satu unit operasional khusus yakni North Region. Sebelumnya, XL hanyak memiliki empat area operasional di West Region (Sumatera), Jabodetabek, Central (Jabar, Jateng, DIY), dan East (Jatim, Bali, NTB, NTT). Total keseluruhan, XL telah memiliki 35,2 juta pelanggan yang dilayani oleh 20.887 BTS baik 2G maupun 3G.
"Sekarang, setelah dibentuk North Region totalnya menjadi lima region nasional. Kami memutuskan untuk menggabungkan dua kawasan dalam satu wilayah operasional secara khusus atas pertimbangan agar bisa lebih maksimal dalam melayani kebutuhan masyarakat di kedua kawasan itu," papar Joy.
Dijelaskannya, alasan XL untuk membuat area commerce bagi Sulawesi dan Kalimantan karena dua wilayah tersebut memiliki potensi yang belum dioptimalkan.
"Di kedua area itu Telkomsel yang menjadi penguasa pasar. XL sendiri selama ini hanya mengandalkan program nasional untuk menggarap area tersebut. Agar optimal harus ada program lokal yang dikelola oleh unit commerce tersendiri," tuturnya.
Menurut Joy, hingga saat ini masing-masing area memiliki kontribusi bagi total pendapatan XL adalah Jabotabek 35%-40%, Central Java 20%, East Region 19%, dan sisanya West Sumatera. Khusus Sulawesi dan Kalimantan sendiri berkontribusi 6%-7%.
Vice President XL North Region, Nuruddin Al Fithroh mengharapkan, kontribusi pendapatan area yang baru dibentuk itu mencapai 10% di akhir 2011 nanti. "Untuk jumlah pelanggan, kami mengincar pertumbuhan dobel, dari 2,5 juta menjadi lima juta pelanggan," katanya.
XL sendiriΒ mencatat laba bersih semester I-2010 sebesar Rp 1,3 triliun atau tumbuh 87% dibanding periode yang sama 2009 lalu. Sedangkan pendapatan usaha sebesar Rp 8,5 triliun naik 35% dibanding semester I-2009. Namun, jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2010, kenaikan pendapatan usaha hanya sekitar 3%.
(rou/ash)