Demikian diungkapkan oleh GM Network Operations Telkomsel Regional Jabar, Suharno saat berbincang dengan detikINET usai peluncuran Simpati Freedom di Rice Bowl, Bandung Indah Plaza (BIP).
Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi Telkomsel untuk mempersiapkan infrastruktur jaringan selama lebaran. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan dimasa-masa terjadi lonjakan trafik. Seperti saat lebaran, natal dan tahun baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan kapasitas jaringan tersebut, imbuhnya tidak hanya dengan penambahan BTS semata. Tapi juga ada beberapa BTS yang ditingkatkan kapasitasnya.
"Bukan hanya bangun BTS baru, tapi kita juga upgrade perangkat lama ke perangkat yang baru. Jika perangkat yang lama sudah hampir penuh kapasitasnya, kita akan tambah perangkat," jelas pria kelahiran Salatiga ini.
Sampai akhir tahun, ditargetkan jumlah BTS Telkomsel di Jabar sebanyak 1.139 BTS 3G. Sedangkan untuk BTS 2G sebanyak 2.500 BTS.
"Dengan peningkatan ini memungkinkan untuk penambahan pelanggan lagi. Jadi bukan hanya untuk melayani pelanggan eksisting," tukasnya.
Saat ini, diakui oleh Suharno, dirinya tengah berupaya untuk memigrasikan nomer pelanggan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kapasitas side agar tidak overquota.
"Tadi malam, kita berhasil memigrasikan 1,7 juta nomer pelanggan ke side baru. Kita punya istilah Home Location Register (HLR). Ini memungkinkan bagi kita untuk menjaga kualitas saat lebaran nanti," jelasnya.
Di tempat yang sama, Manager Branch Telkomsel Bandung, Abdullah Fahmi mengatakan bahwa proses migrasi tersebut tidak mengganggu layanan kepada pelanggan. Kalaupun ada gangguan itu pun hanya kepada internal saja.
"Tidak. Selama proses ini dipastikan pelanggan tidak terganggu. Kita terus menjaga kualitas pelayanan kami kepada pelanggan. Kalau pun ada, itu hanya di internal saja, sistem di kita. Tapi itu tidak berdampak kepada pelanggan," tegasnya.
(afz/eno)