Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Infrastruktur Daerah Terpencil Tak Sekadar USO

Infrastruktur Daerah Terpencil Tak Sekadar USO


- detikInet

Jakarta - Meski tak jadi penyelenggara USO (Universal Service Obligation), PT XL Axiata tetap membangun di wilayah terpencil Indonesia. Sebab, memang ada sesuatu di balik itu.

Di daerah yang terbilang jauh dari pusat kota pun, menurut Presdir XL Hasnul Suhaimi, bisa menghasilkan. "Anda lihat saja, penggunanya tidak sedikit lho (di wilayah itu)," ujarnya di sela-sela peresmian infrastruktur XL di Ambon, Jumat (2/7/2010).

Setiap BTS yang sehat, ujar Hasnul, menghasilkan rata-rata Rp 70 juta per bulan. Nah, saat membangun BTS di wilayah yang 'tersudut' Hasnul mengatakan kadang bisa menghasilkan lebih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terutama, lanjutnya, jika di wilayah itu belum ada operator lain. Kisaran angka yang disebutkannya antara Rp 120-150 juta per bulan.

Namun setelah masuk operator pesaing, biasanya angka itu akan turun perlahan. "Bagusnya kalau kembali di kisaran Rp 70 juta, itu kami anggap sehat," katanya.

Di Bandaneira, XL membangun BTS sejak Mei 2009. Dengan memanfaatkaan V Sat IP dari PSN, ujar Hasnul, biaya pembangunannya bisa lebih hemat.

Belajar dari kasus XL, agaknya sudah saatnya operator telekomunikasi di Indonesia lebih giat lagi membangun infrastrukturnya. Toh, di wilayah yang jauh pun ternyata masih memiliki potensi ekonomi. (wsh/rns)




Hide Ads