"Implementasinya masih panjang, perlu riset-riset lebih dalam. Mungkin dua tahun lagi akan fully komersial," kata Tifatul usai peresmian uji coba LTE bersama Telkomsel di Hotel Grand Melia, Jakarta, Senin (20/6/2010).
LTE merupakan suatu teknologi radio yang dapat memberikan data rate lebih dari 100 Mbps dengan BW 20 MHz dan MIMO 2 x 2 -throughput maksimum yang didapat sebesar 172 Mbps dengan menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) sebagai radio interface di arah downlink 50 Mbps.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uji coba tidak masalah, namanya juga laboratorium. Belum disambungkan ke jaringan secara umum. Secara implementatif juga belum. LTE masih panjang, penyiapan tendernya saja delapan bulan. Bagi kami yang penting sinergis, Wimax dulu jalan baru kemudian LTE," kata Tifatul.
LTE merupakan pengembangan layanan mobile broadband yang membutuhkan bandwidth besar dengan data kecepatan tinggi hingga 170 Mbps (downlink) dan 70 Mbps (uplink). Teknologi ini mendukung high definition streaming video, Voice over Internet Protocol (VoIP), dan aplikasi-aplikasi lain yang membutuhkan data kecepatan tinggi.
(rou/ash)