Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Perang SMS Gratis Justru Untungkan Pelanggan'

'Perang SMS Gratis Justru Untungkan Pelanggan'


- detikInet

Jakarta - SMS gratis lintas operator yang belakangan kerap dijadikan alat tawar untuk memikat pelanggan, tak perlu dilerai karena menguntungkan pelanggan. Di era persaingan sengit bisnis telekomunikasi, operator pasti sudah menghitung untung ruginya.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Mas Wigrantoro Roes Setyadi, menilai perang penawaran SMS gratis lintas operator ini justru menguntungkan semua pihak, bukan sebaliknya.

"Saya rasa baik pelanggan maupun operator sama-sama diuntungkan. Buktinya pelanggan suka, dan operator sejauh ini masih menawarkan SMS gratis. Jadi tidak ada yang dirugikan," demikian analisanya kepada detikINET, Rabu (19/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mas Wig pun menilai, regulator tidak perlu khawatir atas penawaran SMS gratis tersebut karena operator lebih tahu kondisi masing-masing.

"Operator punya mesin pintar yang dapat mengetahui kebiasaan dan kebutuhan pelanggan. Nah, promosi SMS gratis dapat dipandang sebagai inovasi pemasaran yang muncul karena sengitnya persaingan," kata dia.

Ia pun menilai, operator adalah perusahaan yang mencari keuntungan, untuk membangun jaringan dan melayani pelanggan memerlukan modal yang harus dikembalikan bersama profit.

"Lagipula, operator sebenarnya tidak rugi karena di telekomunikasi tidak ada yang gratis. Kalau pun dibilang gratis itu hanya bahasa pemasaran saja," papar dia.

Beberapa waktu lalu, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kembali melarang SMS gratis lintas operator. Sebab, besarnya volume trafik SMS dari operator lain karena penawaran gratis ini dinilai bisa mengakibatkan terganggunya performa jaringan operator penerima. Keluhan ini sempat disuarakan Telkomsel.

Meski pada akhirnya larangan SMS gratis ini sempat disepakati para operator untuk dipatuhi. Namun belakangan, operator tetap saja menawarkan SMS gratis. Jumlah penawaran SMS gratisnya bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Telkomsel yang semula menolak, akhirnya ikut-ikutan menawarkan SMS gratis.

Konon, gerakan menyelenggarakan SMS gratis lintas operator dengan jumlah yang banyak, merupakan bentuk kekecewaan Telkomsel karena usulnya mengubah biaya tagihan SMS berbasis sender keep all (SKA) menjadi berbasis biaya (cost based) tidak disetujui operator lainnya.

β€Žβ€‹"Rezim SKA untuk SMS masih dapat dipertahankan. Kecuali ada alasan lain yang lebih esensial, seperti ketidakadilan, silakan diubah menjadi cost based. Mereka mesti hitung lagi dengan cermat," tandas Mas Wig.

(rou/rou)





Hide Ads