"Tahun ini kami akan melakukan pengkajian dan mapping di 2,5 GHz untuk rencana peluncuran LTE. Namun izin untuk trial belum akan keluar tahun ini," ungkap Kepala Pusat Informasi Kominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Senin (10/5/2010).
Menurutnya, izin uji coba kemungkinan baru akan keluar paling cepat 2011 mendatang setelah ada titik terang dari kajian teknis yang dilakukan Kominfo, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) serta para stakeholder melalui uji publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persiapan untuk menggelar uji coba LTE sempat disuarakan oleh operator Telkomsel dan XL Axiata belum lama ini. Keduanya mengaku siap menggelar uji coba pada semester kedua 2010 ini sembari menunggu restu dari pemerintah.
Namun kata Gatot, Kominfo hingga saat ini belum menerima satu pun permohonan resmi dari operator tentang rencana trial LTE ini. "Operator cuma sebatas menyinggung dalam omongan saja, bahwa secara teknologi mereka sudah siap."
Menurut Anggota BRTI Heru Sutadi, operator tetap mungkin melakukan trial LTE sepanjang mengikuti prosedur dan aturan ketentuan yang berlaku, termasuk ketersediaan frekuensi, bersifat sementara dan area terbatas.
"Uji coba bukan jaminan perangkat tertentu lolos sertifikasi dan juga LTE tidak otomatis dialokasikan pada frekuensi yang diujicobakan," kata dia.
Untuk mengimpelementasikan LTE, lanjut Heru, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian, yakni spektrum frekuensi. Sebab, untuk 700 MHZ masih dipakai oleh TV analog dan 2,5 GHz digunakan oleh Media Citra Indostar (MCI) sebesar 150 MHz untuk siaran televisi berbayar.
"Spektrum ini perlu harmonisasi dan persiapan perangkat CPE (customer premise equipment) dalam interoperbilitas. Kemudian domestik konten di mana adanya kontribusi lokal dalam perangkat LTE yang sudah dimulai di BWA (broadband wireless access)," jelasnya.
Β
(rou/wsh)