Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring saat ditanya detikINET di acara e-Indonesian Initiative Forum ke 6 dan The 3rd International Conference on Chief Information Officer di Aula Barat ITB, Kamis (6/5/2010).
"Kita baru mulai migrasi dari analog ke digital itu baru pada 2011. Mungkin 50 persen akan digunakan untuk telekomunikasi. Karena banyak mendatangkan devisa bagi negara," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Broadcast atau telekomunikasi itu belum ditentukan porsinya. Tapi yang jelas perubahan dari analog ke digital akan lebih efisien dalam penggunaan spektrum. Tapi yang jelas menguntungkan ya telekomunikasi," ungkapnya.
Telekomunikasi, imbuhnya, lebih banyak mendatangkan pemasukan. Pada 2009 misalnya, sektor ini mampu menyumbang Rp 10,5 triliun pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Namun dirinya menyayangkan karena uang sebanyak itu sebagian besar lari ke luar. Karena sektor telekomunikasi sebagian besar dikuasai oleh asing.
"Bisnis ICT per tahun bisa mencapai Rp 300 triliun. Dengan capex sekitar Rp 70-80 triliun. Tapi sangat disayangkan mayoritas dinikmati oleh asing," ungkapnya.
Karena hal itulah, Tifatul berharap konten lokal dapat tumbuh dan ikut menikmati besarnya bisnis ICT. "Kita rangsang supaya tumbuh lokal konten. Supaya tidak hanya menjadi konsumen tapi produsen. Sehingga uang kita tidak pada lari ke luar," Tifatul menandaskan.
(afz/ash)