Di luar Indonesia, para operator kini tengah memanfaatkan spektrum radio dividen digital yang tersedia, dengan memperluas jangkauan layanan mobile broadband mereka.
Menjelang pelelangan spektrum dividen digital yang saat ini berlangsung di Jerman, Nokia Siemens Networks (NSN) telah mulai memproduksi modul frekuensi radio Flexi Multiradio Base Station untuk 800 MHz yang telah siap untuk LTE.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana Dengan Indonesia?
"Sebagian negara besar di Eropa, dan beberapa negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia, tengah mengevaluasi pitaΒ frekuensi ini untuk penggelaran LTE," ujar Thorsten Robrecht, head of LTE product management NSN, sesuai keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (28/4/2010).
Melihat potensinya untuk mencakup kawasan pedesaan dengan biaya yang efisien, serta penetrasi dalam ruangan yang lebih baik di kawasan perkotaan, para pemangku kepentingan industri dan regulator pada ajang World Radio Conference 2007 setuju untuk menetapkan pita frekuensi 800 MHz untuk komunikasi mobile broadband.
Jerman saat ini tengah melelang spektrum yang tersedia untuk operator, dan negara-negara lain diperkirakan akan segera mengikuti.
Sepertinya pemerintah kita harus bergerak lebih cepat, agar Indonesia tak ketinggalan dalam teknologi ini. Beberapa operator kini tengah mempersiapkan hal ini. Diantaranya adalah XL Axiata, yang akan menguji coba LTE pada Semester II-2010.
Semoga pihak pemerintah dan operator bisa bekerjasama dengan baik, untuk memperluas penetrasi TV Digital, hingga ke desa-desa. Tentunya dengan harga terjangkau.Β (fw/wsh)