Ditjen Postel sendiri telah memperoleh laporan dari beberapa anggota masyarakat yang menyampaikan informasi tentang adanya sejumlah pihak yang mengatasnamakan Plt Dirjen Postel yang baru.
Padahal, Muhammad Budi Setiawan baru diangkat secara resmi untuk menggantikan Basuki Yusuf Iskandar sebagai Plt Dirjen Postel pada 6 April 2010 dalam sebuah acara serah terima jabatan yang berlangsung tertutup bagi wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan sama sekali tidak pernah memerintahkan adanya permintaan yang mengatasnamakannya, karena Plt Dirjen Postel yang baru ini tetap berkomitmen untuk menegakkan prinsip manajemen secara transparan, profesional, obyektif dan terikat pada pakta integritas anti korupsi," tegas Gatot dalam keterangannya, Rabu (7/4/2010).
Modus operandi semacam ini sejatinya bukan yang pertama kalinya terjadi di lingkungan Kominfo. Bahkan sempat terjadi beberapa kali mulai dari tahun 2006.
Masyarakat pun diimbau untuk segera melaporkan langsung ke Ditjen Postel jika pernah atau masih ada yang diperas oleh seseorang yang tidak jelas identitasnya dengan membawa nama-nama pejabat Ditjen Postel.
"Seandainya terdapat cukup bukti akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum, karena secara hukum dan administrasi pada prinsipnya seluruh proses pengurusan ijin tidak dikenai beban pembiayaan apapun," tandas Gatot.
(ash/fyk)