"Kita juga kaget, karena kami (XL-red.) tidak diinformasikan secara resmi soal itu (BlackBerry dijual retail-red.)," tukas GM Sales BlackBerry dan Internet XL, Handono Warih kepada detikINET, Rabu (31/3/2010).
Warih dan operator lainnya memang pantas terkejut. Sebab selama ini, mereka adalah mitra resmi RIM dalam menjajakan BlackBerry ke pasar Tanah Air. Adapun operator yang menjadi mitra resmi RIM di Indonesia adalah Indosat, XL, Telkomsel, Axis, Smart, 3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian, meski terkejut, namun Warih mengaku bahwa perusahaannya tidak melihat langkah RIM ini sebagai suatu ancaman. Pasalnya, sejak awal 2008 lalu XL sudah fokus untuk bermain di lahan business service untuk menggarap pasar BlackBerry.
"Kita menunjuk appointed buyer untuk membeli handset kita dan tidak mengambil untung dari penjualan handset BB itu. Karena kita sadar itu (menjual handset-red.) bukan lahan permainan kita," tuturnya.
Indonesia sendiri menjadi negara pertama di Asia yang menerapkan model bisnis baru RIM yang menjual BlackBerry melalui retail resmi mereka.
RIM menunjuk Brightpoint sebagai distributor resmi BlackBerry secara global. Dengan adanya kerjasama ini, konsumen tak hanya bisa mendapatkan BlackBerry lewat operator, namun bisa langsung melalui retail-retail lokal yang telah bekerjasama dengan Brightpoint.
Di Indonesia, Brightpoint telah menunjuk Tele Tama (Tele Tama Artha Mandiri) sebagai satu-satunya distributor lokal. (ash/wsh)