Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dirjen Postel Sudah Dinanti Tugas Berat

Dirjen Postel Sudah Dinanti Tugas Berat


- detikInet

Jakarta - Setumpuk tugas berat sudah menanti Muhammad Budi Setiawan yang akan segera dilantik oleh Menkominfo Tifatul Sembiring sebagai Dirjen Postel yang baru.

"PR (pekerjaan rumah) besar sudah menanti. Sebagai Dirjen Postel ia nantinya juga akan bertanggung sebagai Ketua BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia)," kata Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala, kepada detikINET.

Budi Setiawan akan dilantik sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirjen Postel yang baru untuk mengisi posisi strategis yang sempat lowong lama sejak Basuki Yusuf Iskandar diamanatkan menjadi Sekjen Kementerian Kominfo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang pernah menjadi Deputi II Menpora bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda era Adhyaksa Dault ini juga otomatis akan menjadi Ketua BRTI sebagai unsur perwakilan pemerintah.

Sebagai Dirjen Postel yang baru, Budi tentunya diharapkan memiliki integritas sehingga bisa menjaga industri telekomunikasi. Sebab, ia langsung dihadapkan pada banyak permasalah, semisal tentang belum bersihnya frekuensi 2,3 GHz untuk penyelenggaraan broadband wireless access (BWA), klarifikasi kepemilikan satelit Indostar II, dan pencabutan izin prinsip Internux yang mangkir membayar kewajiban kepada negara.

Doktor lulusan Tokyo yang mendalami ilmu nuklir ini berdasarkan penelusuran di internet tercatat sebagai salah satu deklarator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai yang sama dengan Tifatul Sembiring sebelum menjabat sebagai Menkominfo.

Banyak pihak dari kalangan komunitas telematika yang menyayangkan Tifatul tidak mengangkat dirjen definitif yang diproses melalui Tim Penilai Akhir (TPA) dan diketuai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Seorang PLT dianggap tidak bisa mengambil kebijakan strategis dan tak lebih sebagai pejabat administrasi. Padahal, sektor telekomunikasi memiliki nilai bisnis lumayan besar yakni Rp 40 triliun dan tengah menghadapi era konvergensi dengan industri penyiaran.
(rou/ash)






Hide Ads