Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
XL Jegal Pertumbuhan BlackBerry BM

XL Jegal Pertumbuhan BlackBerry BM


- detikInet

Jakarta - XL Axiata ingin menjegal pertumbuhan pengguna handset BlackBerry yang dibeli dari pasar gelap alias black market (BM) dengan menawarkan handset keluaran distributor resmi yang dikemas dengan program nilai tambah.

"Kami coba mengedukasi calon pelanggan BlackBerry XL bahwa menggunakan handset resmi lebih banyak benefitnya dibanding membeli dari distributor yang belum diakui oleh RIM (Research in Motion, prinsipal BlackBerry)," kata Joy Wahyudi, Direktur Commerce XL, di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (30/3/2010).

Upaya untuk menjegal pertumbuhan pengguna BlackBerry BM coba dilakukan dengan menawarkan handset BlackBerry Onyx dan Gemini yang dibundel dengan potongan tarif 50% dari harga langganan bulanan normal, selama enam bulan sejak layanan diaktifkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini pelanggan BlackBerry kami telah berjumlah 310 ribu, terbanyak dibanding operator lain," kata Handono Warih, GM Sales BlackBerry dan Internet XL.

Namun sayangnya, dari total 310 ribu pelanggan itu, hanya 40% atau sekitar 124 ribu pelanggan yang menggunakan handset bergaransi resmi. Sisanya, 60% atau sekitar 186 ribu menggunakan layanan XL melalui BlackBerry BM.

"Setiap bulannya pelanggan BlackBerry XL bertambah 40 ribu, namun yang membeli BlackBerry resmi yang kami bundling hanya lima ribu unit saja," kata Warih.

Nah, tingkat ketimpangan itu coba diredam dengan program promosi terbarunya ini. XL sendiri menyiapkan pasokan 10 ribu hingga 20 ribu unit untuk handset Blackberry Onyx yang dibundel dengan tarif promo Blackberry One Rp 75 ribu per bulan dan BlackBerry Gemini dengan paket Blackberry Gaul Rp 25 ribu per bulan.

"Kami sengaja memberi subsidi untuk program ini. Sebab kami berharap program ini bisa membantu kami menggenapkan target jumlah pelanggan BlackBerry menjadi 500 ribu di akhir 2010 dengan komposisi pengguna handset resmi yang lebih banyak," pungkas Budi Harjono, Head of Mobile Data Services XL.

(rou/ash)





Hide Ads