Saat ini jumlah developer software mencapai ratusan. Tersebar di seluruh wilayah dan
produknya pun banyak dipergunakan oleh para pedagang pulsa.
Β
Dalam Konferensi Developer Software Pulsa se-Indonesia yang digagas oleh Kelompok Pedagang Pulsa (KPP) Bandung di Ballroom Hotel Novotel, Sabtu (20/3/2010), wacana untuk membentuk asosiasi atau organisasi muncul.
"Sudah diusulkan, tapi belum disepakati. Kita tidak tahu apakah nanti akan terbentuk atau tidak," paparΒ Ketua Pelaksana Konferensi, Dwi Lesmana saat berbincang dengan detikINET di sela-sela acara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
software pulsa ini terbentuk maka pihaknya bisa dengan mudah berkoordinasi. Karena
selama ini, antara pedagang pulsa yang notabene adalah pengguna dari software buatan mereka (developer software - red) susah berkoordinasi jika terjadi masalah.
"Kita akan mendesak developer untuk buat satu wadah. Momentum ini sayang kalau tidak di-follow up. Dengan adanya wadah ini maka kita dari pedagang yang juga pengguna software mereka bisa mudah melakukan koordinasi jika kita ada keperluan," harapnya.
Konferensi ini digagas karena tidak adanya standarisasi dalam software pulsa. Kondisi ini menjadi kendala bagi para pedagang pulsa. Mereka tidak bisa saling membantu karena tidak adanya interkoneksi di software yang berjumlah ratusan ini. (afz/fyk)