"Hasil tender 2009 saja belum jalan, masak sudah mau tender lagi," ketus Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi di Gedung Sapta Pesona Postel, Jakarta, Jumat (12/2/2010).
Ia menegaskan, bila pemerintah segera menggelar tender Wimax lagi, akan timbul tudingan tidak adanya proteksi kepada pemenang tender sebelumnya. "Nanti dikira kami hanya mau uang lelang saja," kata Heru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usulan silakan saja, tapi kita tidak akan bisa di-drive oleh vendor. Kita tidak bisa ditekan begitu saja. Ini kan negara berdaulat," pungkasnya.
(rou/ash)