Berbeda dengan sistem aplikasi Android buatan Google yang memiliki basis piranti terbuka dan pusat datanya bisa ditempatkan di mana saja.
"Lain halnya dengan BlackBerry, nanti server Android akan kita kelola sendiri," kata Chief Marketing Officer Indosat, Guntur Siboro, kepada detikINET, Jumat (15/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alur jaringan yang berputar-putar ini menyebabkan delay panjang untuk mengakses konten data di BlackBerry. Berbeda dengan Android yang menggunakan konsep Open Cloud Computing agar pusat datanya bisa dikelola dari mana saja.
"Nanti, Android akan kami jadikan BlackBerry dengan server lokal," ujar Guntur.
Android juga diklaim akan memiliki kemampuan yang tak kalah hebatnya dengan layanan data yang disediakan BlackBerry. Khususnya untuk akses layanan data internet tanpa batas.
"Itu sebabnya, Android harus ada unlimited package. Kami hitung-hitung, per user Android setiap bulannya memerlukan kuota 2 GB," pungkas Guntur. (rou/faw)