Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Flexi Masih Dianggap Jelek dan Mahal

Flexi Masih Dianggap Jelek dan Mahal


- detikInet

Jakarta - Telkom harus berupaya keras memperbaiki citra Flexi. Layanan telepon nirkabel terbatas ini masih dipersepsikan mahal tarifnya, sering putus-putus saat menelepon, dan telat dalam mengirimkan pesan pendek (SMS).

Itu sebabnya, Telkom mengakui, banyaknya konten yang disediakan, luasnya jangkauan Flexi, serta kualitas layanan yang ditingkatkan melalui pembangunan infrastruktur jaringan, belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

"Hal ini terasa ketika dialog dengan pelanggan. Flexi masih dipersepsi mahal, sering putus-putus, dan SMS telat," sebut Executive General Manager Divisi Telkom Flexi, Triana Mulyatsa, dalam keterangannya, Rabu (30/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Telkom pun tak mau citra buruk Flexi terus melekat. Menurut Triana, Divisi Flexi terus melakukan berbagai langkah strategis melalui perluasan dan peningkatan kualitas jaringan yang diiringi program pemasaran efektif.

"Program pemasaran yang telah dijalankan Flexi antara lain, bundling ponsel CDMA FlexiBerry, gratis SMS dan telepon dalam periode tertentu, serta yang terbaru adalah Flexi Ngrumpi," ujarnya.

Flexi Ngrumpi merupakan fitur untuk ngobrol beramai-ramai melalui teleconference. Layanan ini bisa digunakan bersama teman dan keluarga jauh (lokal dan antarkota) hingga lebih dari 10 orang. Telkom sendiri menyediakan 9.999 "ruangan" untuk ngerumpi.

"Caranya mudah, tinggal telepon ke *55*nomor kamar (1-9.999). Contoh, jika mau ngobrol di kamar 11, maka semua anggota harus call ke *55*11. Namun bila kamar
yang dipilih ternyata sudah ada yang menggunakan, maka silakan ganti kamar yang lainnya," tandas Triana.

Sejauh ini, Telkom mengaku telah memiliki 15,5 juta pelanggan Flexi yang dilayani cakupan jaringan sebanyak 5.060 titik base transceiver station (BTS) di lebih dari 275 kota di Indonesia.
(rou/faw)







Hide Ads