"Tahun depan, bisnis konten akan bergerak tumbuh 25%-30%," kata praktisi industri konten, Krish Pribadi, yang ditemui di sela peluncuran Konten Diary Bintang di Plaza Semanggi, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Meski diperkirakan bisa menyentuh angka Rp 3,25 triliun di akhir 2010 mendatang, namun bukan berarti bisnis konten di tanah air akan berjalan mulus. Para perusahaan penyedia konten dituntut untuk lebih kreatif lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluang bisnis di industri konten sendiri dinilai masih terbuka lebar. Sebab, dari sekitar 160 juta pelanggan telekomunikasi di Indonesia, penggunanya diestimasi masih berkisar 6%alias kurang dari 10 juta pelanggan.
Konten dalam dua-tiga tahun belakangan ini diperkirakan tumbuh secara eksponensial, dengan nilai pulsa yang dibelanjakan pelanggan setiap bulannya, atau average revenue per user (ARPU), sedikitnya Rp 5.000 hingga Rp 7.000.
"Saya pikir sampai tiga tahun ke depan, harga konten akan tetap stabil di kisaran Rp 5000 sampai Rp 7000. Harga belum perlu turun karena industri konten ini baru tiga tahun belakangan ini hidup," kata Krish.
"Beda dengan core (layanan utama telekomunikasi, red) yang tarifnya terus turun karena sudah berjalan lebih dari 15 tahun di Indonesia," pungkas pemegang jabatan Vice President Digital Music & Content Management di Telkomsel.
Β
(rou/faw)