Pembangunan infrastrukur sepanjang 1.041 km yang akan menghubungkan wilayah Mataram-Kupang itu menelan biaya US$ 52 juta atau sekitar Rp 500 miliar.
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, pembangunan backbone serat optik di KTI akan segera diintegrasikan dengan jaringan di kawasan barat dan tengah yang juga dibangun Telkom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui infrastruktur tersebut maka layanan yang diberikan akan mampu membawa data dan informasi dengan kecepatan tinggi guna mendukung next generation nationwide broadband network (NG-NBN).
"Kapasitas serat optik untuk jalur Mataram-Kupang saja bisa menampung 32 juta pelanggan Speedy atau 120 juta pelanggan IPTV (siaran televisi berbasis internet)," jelas Rinaldi.
Implementasi NG-NBN, lanjut dia, akan mendukung perubahan mendasar pada layanan Telkom. Dari sebelumnya lebih banyak berbasis voice maka telah berubah menjadi layanan berbasis Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (TIME).
(rou/ash)