Menurut Dimitri Mahayana, Chief of Sharing Vision, sebuah lembaga telematika di Bandung, para operator penyedia layanan broadband harus segera mempersiapkan diri dengan kondisi tersebut.
Dijelaskan oleh pria yang akrab dipanggil Pak Dim ini, para operator mesti menyiapkan infrastruktur dan kapasitas broadband. Berikutnya taktik dan strategi penjualan harus dipersiapkan dengan baik sehingga tidak ada kesan perang harga. Terakhir, para operator harus siap-siap dengan munculnya konvergensi GIM (Gadget-Internet-Mobile).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, imbuhnya, para operator juga harus sangat mewaspadai dengan munculnya konvergensi GIM. Munculnya produk-produk Cina yang membanjiri pasar industri IT saat ini menjadi salah satu pemicu dari kondisi tersebut.
"Ini harus dipahami sebagai megatren di 2010. Munculnya produk Cina mempercepat konvergensi. Apalagi teknologi gadget sangat fleksibel dan mudah dimodifikasi. Operator harus pintar-pintar mengemasnya," terang pria yang juga mengajar di ITB ini.
Data dari BRTI, pelanggan broadband di Indonesia pada 2008 berkisar 2,7 juta. Dan di akhir tahun 2009 diperkirakan akan melonjak menjadi 4,5 juta. Semakin murahnya teknologi dan meningkatnya penetrasi internet dipercaya menjadi mesin pendorong utama pertumbuhan pelanggan broadband. (afz/wsh)