Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BTS Hidrogen: Mahal di Awal, Ringan di Belakang

BTS Hidrogen: Mahal di Awal, Ringan di Belakang


- detikInet

Jakarta - Investasi yang harus dikeluarkan operator Hutchison CP Telecommunications Indonesia untuk membangun BTS bertenaga hidrogen diakui lebih besar ketimbang BTS yang didayai solar. Namun, investasi besar di awal tersebut diyakini bakal terbayar ke depannya.

Demikian keyakinan yang diutarakan Benoit Hansen, Direktur Teknik HCPT Indonesia ketika memastikan untuk memanfaatkan BTS hidrogen di Indonesia.

"Investasi awalnya memang lebih mahal, namun untuk biaya operasionalnya akan lebih murah," ujarnya di sela peluncuran BTS hidrogen pemilik merek seluler '3' ini di Pondok Gede, Senin (23/11/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan jika dibandingkan dengan BTS berbahan bakar solar, penghematan biaya maintenance yang bisa didapatkan diklaim sampai 30-40 persen. "Karena perusahaan komersil, kita pasti sudah menghitung untung ruginya," tukas Benoit.

'3' sendiri enggan mengungkap berapa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membiayai satu unit BTS hidrogen. Yang pasti dana yang dikucurkan untuk alih daya ini diambil dari capex mereka selama 3 tahun sebesar USD 1 miliar hingga 2010.

Ratna Ariyanti, Direktur Energi Alternatif dan Konservasi Kementerian ESDM menambahkan, pemanfaatan hdrogen sebagai sumber tenaga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 5 tahun 2001.

"Teknologi ini memang sebagai sumber tenaga alternatif, namun pemanfaatannya juga harus disertai pengawasan yang tepat," tukasnya di tempat yang sama. (ash/faw)





Hide Ads