Demikian keyakinan yang diutarakan Benoit Hansen, Direktur Teknik HCPT Indonesia ketika memastikan untuk memanfaatkan BTS hidrogen di Indonesia.
"Investasi awalnya memang lebih mahal, namun untuk biaya operasionalnya akan lebih murah," ujarnya di sela peluncuran BTS hidrogen pemilik merek seluler '3' ini di Pondok Gede, Senin (23/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'3' sendiri enggan mengungkap berapa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membiayai satu unit BTS hidrogen. Yang pasti dana yang dikucurkan untuk alih daya ini diambil dari capex mereka selama 3 tahun sebesar USD 1 miliar hingga 2010.
Ratna Ariyanti, Direktur Energi Alternatif dan Konservasi Kementerian ESDM menambahkan, pemanfaatan hdrogen sebagai sumber tenaga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 5 tahun 2001.
"Teknologi ini memang sebagai sumber tenaga alternatif, namun pemanfaatannya juga harus disertai pengawasan yang tepat," tukasnya di tempat yang sama. (ash/faw)