Average Revenue Per User (ARPU) sebagai acuan dari pendapatan per pelanggan tiap bulannya, turun dari semula Rp138.000 pada kuartal ketiga 2008 menjadi Rp 112.000 pada triwulan ketiga tahun ini.
"Penurunan tak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang kini beralih ke layanan mobile. Meski demikian, pelanggan fixedline kami masih tumbuh 1,4% dibanding kuartal ketiga tahun lalu," kata VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, di Jakarta, Kamis (12/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pendapatan telepon kabel merosot, Telkom masih bisa mengandalkan layanan bergerak TelkomFlexi dan Telkomsel, dimana keduanya menguasai pangsa pasar terbesar, lebih dari 50%.
Terlebih, pertumbuhan Flexi cukup meyakinkan. Naik 63% atau meningkat dari hanya 9,2 juta pelanggan pada kuartal ketiga 2008, menjadi 14,9 juta pada kuartal ketiga tahun ini.
"Peningkatan jumlah pelanggan antara lain disebabkan tarif percakapan yang kompetitif dan penambahan Base Tranceiver Station yang saat ini mencapai 5.296 unit atau tumbuh 66%," ujar Eddy.
Menghadapi tantangan bisnis ke depan, Telkom akan menjalankan strategi bisnis New Wave sembari terus mengoptimalkan potensi bisnis legacy network yang telah diusungnya.
Langkah itu menjadi alasan bagi Frost & Sullivan Indonesia Telecoms Award 2009 untuk menganugerahkan predikat 'Service Provider of The Year' kepada Telkom. Sebelumnya, Telkom juga menjadi jawara Best of The Best e-Company Award 2009 yang diselenggarakan Warta Ekonomi.
(rou/faw)