"RIM bisa berbahaya buat operator. Pelanggan bisa lebih loyal sama RIM karena PIN BB nggak berubah, sementara nomor telepon bisa saja pindah-pindah," kata Direktur Excelcomindo Pratama (XL), Joy Wahyudi kepada detikINET di suatu kesempatan akhir pekan.
Bisa jadi itu sebabnya ada operator yang mengunci (locked) BlackBerry yang dibundling, ada pula yang tidak (unlocked). Kini, mitra operator RIM di Indonesia telah berjumlah lima, yakni Indosat, Telkomsel, XL, Axis, dan Smart Telecom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak akan mampu bersaing jualan handset BlackBerry selama penjualan black market masih marak," kata Teguh di lain kesempatan.
Dari 600 ribu pelanggan layanan BlackBerry di Indonesia, lebih dari 80% di antaranya menggunakan perangkat yang tidak dibeli dari operator penyedia layanan yang menjadi mitra pemasaran RIM.
"Itu sebabnya, kami hanya fokus pada akses dan pelayanannya saja," lanjut Teguh.
Teguh mengungkapkan, dari kemitraannya dengan RIM selama lima tahun terakhir, Indosat telah memberikan kontribusi keuntungan cukup besar bagi perusahaan asal Kanada tersebut.
"Kontribusi revenue untuk RIM yakni 70% handset, 25% services, dan sisanya 5% aplikasi," tandas dia.
(rou/rou)