"Kita surprise dengan angka tersebut. Kalau di kota lain biasanya kebanyakan setelah paket family, pelanggan mengambil paket email atau chatting dimana biaya berlangganannya lebih murah," kata GM Kandatel Bandung Beni Sukawanto saat berbincang dengan detikINET di sela acara 'Ngeblog Bareng Indonesia Satoe' di
Toni Jack's di Bandung Indah Plaza (BIP), Rabu (28/10/2009).
Diungkapkan Beni, sebanyak 65 persen pelanggan Speedy di Bandung mengambil paket family dengan rata-rata pembayaran tiap bulannya Rp 195 ribu per bulan. Sedangkan paket game (1 Mbps) biayanya Rp 645 ribu per bulan dan paket executive (2 Mbps) biaya berlanggannnya sebesar Rp 995 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini, diakui Beni, mendapuk Bandung menempati posisi keempat secara nasional dalam hal jumlah pelanggan. Namun Kota Kembang merupakan penyumbang terbesar dari sisi revenue.
Sementara untuk paket Biz (3 Mbps) yang biasa dipergunakan untuk warnet, saat ini ada 100 lokasi di Kota Bandung saja. "Sebenarnya tidak tepat segitu angkanya. Karena dengan adanya multispeed, pelanggan bisa mengatur sendiri kebutuhan bandwithnya dan kemampuan membayarnya," pungkasnya.
Target akhir tahun Speedy di Bandung adalah 68.046 ribu pelanggan. Saat ini, posisi pelanggan Speedy di Bandung sudah tercatat 60.000-an. (afz/ash)