Pun demikian, pemantauan dan perbaikan perangkat dan jaringan masih dilakukan secara menyeluruh oleh tim teknis Indosat, terutama di kawasan Kota Padang agar sistem kembali normal seperti semula.
Division Head Business Operation Support Indosat Northern Sumatera Region, Andir Tambunan menyatakan, gempa menyebabkan kerusakan pada sistem jaringan yang dialami Indosat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guncangan itu menyebabkan pointing atau Line of Side antar radio microwave dengan radio microwave lain yang terletak di atas menara bergeser. Jaringan telekomunikasi terdiri dari berbagai perangkat yang dioperasikan dan saling berintegrasi. Jika salah satu mengalami gangguan akan berpengaruh pada perangkat lain.
"Fungsi transmisi baik radio microwave dan kabel optik sangat penting bagi jaringan telekomunikasi, karena sebagai carrier (pembawa) sinyal informasi. Guncangan yang menyebabkan pergeseran itu menyebabkan sistem tidak dapat menyalurkan trafik pelanggan," ujar Andir kepada wartawan di Gedung Indosat, Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan.
Saat ini, kata Andir, teknisi dari Medan, Pekanbaru serta Palembang sudah dikirimkan untuk membantu teknisi Indosat di Padang mengatasi gangguan yang terjadi. Penanganan gangguan diupayakan selesai secepatnya walaupun hal ini tergantung jumlah perangkat yang mengalami gangguan dan lokasinya.
Sampai dengan terjadinya gempa, jumlah perangkat jaringan yang dioperasikan MSC (Mobile Switching Centre) 1, BSC 4, BTS 169, yang tersebar di berbagai lokasi di Sumbar serta kabel optik yang terhubung antara Sumbar dengan Riau Daratan.
"Melihat skala gangguan, maka Indosat akan melakukan recovery perangkat jaringan dengan prioritas yang berdekatan dengan tempat umum yaitu rumah sakit, kantor pemerintah, lokasi pengungsian. Tujuannya agar masyarakat yang ada di lokasi tersebut dapat melakukan komunikasi dengan sanak saudaranya," kata Andir.
Selain itu, tandasnya, di lokasi bencana Indosat akan menyediakan fasilitas telepon yang dapat digunakan gratis oleh korban gempa maupun sukarelawan sesuai kebutuhan di lapangan.
(rul/ash)