VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, mengungkapkan, beberapa gedung STO (sentra telepon otomat) Telkom di area gempa, termasuk gedung STO Padang, STO Sungai Limau, Pariaman, dan STO Balai Salasa, Painan, dalam keadaan rusak parah.
Akibat kerusakan gedung tersebut, infrastruktur jaringan base transceiver station (BTS) beserta alat operasional lainnya, praktis tak bisa berfungsi normal. Telkom pun coba mengatasi kendala pasokan listrik perangkat dengan menggunakan baterai genset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telkom berharap bisa segera mengatasi permasalahan listrik tersebut. Sebab dikhawatirkan, alat produksi Telkom akan terputus bila tidak segera datang pasokan listrik dari PLN.
"Padang sendiri hingga tadi malam gelap total. Sementara Kamis pagi ini, 42 dari 90 BTS Flexi di Sumatera Barat dalam keadaan down, karena catu daya hanya bisa bertahan enam jam. Sedangkan tidak semua BTS bisa ter-cover semua oleh genset," sesal Eddy.
Sementara di kota Padang, dari 25 BTS yang ada, 20 BTS belum bisa berfungsi. Dan BTS Flexi lainnya yang berada di sekitar kota Padang, sebanyak 22 BTS tidak berfungsi, sedangkan 65 BTS masih berfungsi.
"Kondisi terakhir, jaringan telepon kabel di Sumatera Barat masih bisa digunakan, meski terjadi lonjakan trafik komunikasi. Sehingga kemungkinan masyarakat masih agak kesulitan menghubungi nomor-nomor telepon di sana," pungkas juru bicara Telkom.
(rou/faw)